Workshop Menulis Cerpen, Penguatan Literasi bagi Peserta Didik SMAN 6 Medan

-SMA Negeri 6 Medan, Medan Kota, Cabang Dinas Pendidikan Medan Selatan, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara menggelar Workshop Menulis Cerpen, Selasa (25/1/2022). Kegiatan Menulis Cerpen ini dibuka oleh Plt. Kepala SMA Negeri 6 Medan Siti Rahmah Lubis, S.Pd., M.Si. didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum: Maskun Harahap, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarpras: Drs. Anggi Muda Siregar, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas: Hj. Rahmadiah, S.Pd., Staf Kurikulum: Dra. Hj. Lindawaty dan teknisi computer dan network sekolah: Ahmad Ridwan pada pukul 14.00 WIB. Penyelenggara kegiatan adalah Pembina OSIS: Rita Hartati, S.S. dan MPK-OSIS. Peserta kegiatan adalah peserta didik SMA Negeri 6 Medan yang berminat menulis cerpen lebih kurang 60 orang peserta, serta mengundang narasumber: Gelora Mulia Lubis, Ketua Komite: Rahman Tahir, S.E., MIP dengan didampingi Wakil: Dr. Cand Agus Marwan, SIP., MSP,  Bendahara: Dr. Hj. Dewi Kesuma Nasution, M.Hum dan Sekretaris: Muchdalisa Minelly.

WAI 2022-01-25 at 14.50.21_Literasi Menulis Cerpen_01
WAI 2022-01-25 at 14.50.21_Literasi Menulis Cerpen_03
WAI 2022-01-25 at 14.50.22_Literasi Menulis Cerpen 04
WAI 2022-01-25 at 14.50.24_Literasi Menulis Cerpen 08
WAI 2022-01-25 at 14.50.25_Literasi Menulis Cerpen 09
WAI 2022-01-25 at 14.50.20_Literasi Menulis Cerpen 10
WAI 2022-01-25 at 14.50.21_Literasi Menulis Cerpen_02
WAI 2022-01-25 at 14.50.22_Literasi Menulis Cerpen 05
WAI 2022-01-25 at 14.50.23_Literasi Menulis Cerpen_06
WAI 2022-01-25 at 14.50.24_Literasi Menulis Cerpen 07
WAI 2022-01-25 at 14.50.21_Literasi Menulis Cerpen_01
WAI 2022-01-25 at 14.50.21_Literasi Menulis Cerpen_02
WAI-2022-01-25-at-16.00.42_03
WAI-2022-01-25-at-16.00.35_01
previous arrow
next arrow

Doc. SMAN 6 Mdn

Cerpen adalah cerita pendek yang biasanya terdiri dari sekitar 3-8 halaman atau sekitar ratusan hingga beberapa ribu kata. Langkah menulis cerpen sebenarnya hampir sama ketika kita menulis novel. Hanya saja perbedaannya jika menulis novel, cerita dibuat panjang dan masing-masing plot cerita biasanya dibagi menjadi beberapa bab.

Sedangkan ketika menulis cerpen, cerita dibuat pendek, tidak terlalu banyak plot-plot cerita. Hanya menyuguhkan alur cerita dari mulai awal, konflik, hingga ending atau akhir cerita.

Apa itu literasi? Mungkin itu adalah pertanyaan pertama kita ketika mendengar kata literasi. Mengingat Ujian Nasional ditiadakan, dan diubah menjadi AKM (Asesmen Kompetensi Minimum), tentunya semakin banyak yang ingin mengetahui lebih jauh tentang literasi. Soalnya, di dalam sistem AKM ini, literasi menjadi salah satu parameter penilaian terhadap siswa dan sistem belajar yang diberikan oleh guru di kelas. Mari cari tahu tentang pengertian, contoh, jenis-jenis dan tujuan literasi.

Secara sederhana, literasi memang dipahami sebagai kemampuan dalam membaca dan menulis. Membaca dapat diartikan sebagai proses menerjemahkan lambang-lambang bahasa hingga diproses menjadi suatu pengertian, dan menulis berarti mengungkapkan pemikiran dengan mengukirkan lambang-lambang bahasa hingga membentuk suatu pengertian. Jadi, kalau literasi hanya dipahami sesederhana itu, artinya bangsa kita ini punya sejarah panjang terhadap aktivitas-aktivitas literasi. Tapi, seiring dengan perkembangannya, pemaknaan terhadap literasi pun menjadi lebih luas.

Bahkan di Indonesia, kata literasi sudah lebih populer dibandingkan kemahirwacanaan, melek akasa, dan keberaksaraan. Bukan hanya sekedar kata, tapi literasi juga menjadi gerakan bagi pegiat pendidikan, baik informal dan juga nonformal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMAN 6 Medan, Siti Rahmah Lubis, S.Pd., M.Si mengatakan, kegiatan literasi di sekolah amatlah penting. Menulis adalah salah satu kemampuan literasi yang harus kita tingkatkan oleh seluruh siswa.

“Saya mengharapkan dengan dilaksanakannya workshop menulis cerpen ini, peserta bisa mengasah bakat yang mereka miliki untuk dituangkan ke dalam cerpen. Bahkan, ke depannya pihak sekolah juga akan memfasilitasi demi kemajuan siswa-siswi di sekolah ini,” ujarnya.

Disamping itu juga, ungkapnya, peserta didik dapat melahirkan buah karya cerpen tulisannya sendiri menjadi suatu maha karya yang banyak diminati.

Wakil Ketua Komite SMAN 6 Medan, Dr. Cand Agus Marwan, SIP., MSP menyampaikan literasi sangat penting di era digital sekarang ini. Dan kegiatan ini mendapat dukungan dan apresiasi baik dan hebat dari Pengurus Komite SMAN 6 Medan.

“Kegiatan yang diikuti lebih kurang 60 siswa ini akan dilatih untuk menulis. Saya berharap kegiatan ini akan terus berlangsung hingga tahun-tahun mendatang”, harapnya seraya memberikan buku yang sudah ditulisnya.

Gelora Mulia Lubis sebagai narasumber dalam workshop ini. Dia juga menjadi pembimbing dan mentor bagi peserta selama proses menulis hingga nantinya buku siap diterbitkan. (RT/SR/JA)

Share and Enjoy !

Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.